Doa Ibu
Menjelang akhir tahun, adalah momen tunjangan sertifikasi guru yang paling ditunggu.
Aku memiliki permulaan yang baik untuk pemberkasan sertifikasi awal tahun ini. Semua tepat waktu, tanpa harus bertemu keterangan invalid.
Pembaruan besar-besaran dilakukan pada tahun ajaran baru, bulan Juli lalu. Sistem mengalami bug. Beberapa data banyak yang eror.
Aku juga eror, tetapi pada pemahamanku dalam mencerna perintah baru dalam mengisi beberapa pembaruan dalam sistem terbaru itu. Sehingga mengakibatkan milikku tidak terproses dengan baik dan mengalami penundaan.
Syukurlah itu hanya milikku saja. Beberapa rekan memang harus tersangkut dengan BKD untuk para ASN. Tetapi setelah semua ditelusuri, di BKD pun semua data sudah sesuai. Yang artinya, sistem belum berjalan dengan sempurna.
Poin penting dalam kasus kali ini adalah, meskipun berhadapan dengan sistem, campur tangan Allah SWT tetap 100% berlaku.
Kita tidak boleh menyerah, dan harus melakukan sesuai instruksi. Aku tidak pernah berhenti meminta senior ASN untuk mendatangi BKD agar memastikan data sudah benar. Bukannya tega, tapi supaya semua pihak lega. Jika memang dari BKD data sudah benar, maka yang terus hanyalah sistem dari pusat harus diperbaiki.
Sedangkan milikku? Semua tahapan sudah kulakukan. Tetapi begitulah, ini tentang dunia dan sistem yang berjalan di dalamnya.
Aku hanya perlu menunggu dengan sabar. Mengirim berkas rekan yang lebih dulu berhasil. Sembari banyak berdoa, semoga milikku lekas menyusul juga.
Ketika teman mengabarkan jika tunjangan miliknya sudah cair, tak terkira senang hati ini. Itu pertanda milikku segera terproses.
Maka sempat hal ini ku ceritakan pada ibu. Yang kemudian beliau tanggapi seperti ini, "besok punyamu yang cair."
Aku mengaamiinkan dalam hati. Sembari berkilah, jarak kevalidan data milik temanku dengan milikku teramat jauh. Dia sudah kukirim pemberkasannya. Sedangkan milikku belum ada kabar kapan akan bisa dikirim pemberkasannya.
Hal ini teramat mustahil bagiku.
Tapi Allah SWT mendengar ucapan ibuku. Hari Kamis tunjangan milik temanku cair, keesokan harinya milikku betulan cair.
Allahu Akbar.
Siapa yang tahu?
Waktu terkirim dana itu adalah pukul 9 malam. Ketika badan sudah remuk redam dan tertidur di atas kasur.
Siang tadi aku terhenyak ketika hendak bertransaksi pembayaran. Iseng ku tekan tombol saldo, dan terkaget dengan angka-angka yang tertera.
Siapa sangka, ucapan ibu mengoyak pintu langit? Membuat pihak bank bekerja keras hingga di luar jam kerja.
Ketika badan ini lelah, Allah SWT menunjukkan kuasanya.
-Nurina Ardiyanti

Komentar
Posting Komentar