Perempuan Paruh Baya dan Tomi

Selamat malam ^^
Hari ini, saya mendapatkan 2 pelajaran berharga :

  1. Saat hendak menutup pagar untuk berangkat ke Kiswah (tempat kursus bahasa Inggris-maklumlah saya, tiiit-) sempat melihat sesosok perempuan paruh baya berpakaian sedikit lusuh. Nah, saya berpikiran bahwa ia bakal mengamen atau hanya sekedar minta-minta. Kemudian, timbullah keinginan untuk bereksperimen. Yahuuu…
  2. Pertama. Sudah terlihat gelagat beliau mengarah kerumah saat saya masih memegang gagang pagar untuk menutupnya dari luar. Sejurus kemudian saya bergegas untuk meninggalkan pagar, yang otomatis membuatnya batal singgah dirumah kami. Saat itu juga beliau menatap saya sejenak -rasarasanya sih begitu-Wehehe.
    Kedua. Saat itu dalam benak saya berkata, maaf lain waktu yaa. Mungkin ini belum rejeki anda, kalau sudah rejekinya juga ngga bakal kemana. Hehe. (Naif sih, tapi baca dulu cerita selanjutnya)

    Ketiga. Sesampainya di Kiswah. Masih kosong-melompong-
    Saya ucap salam, yah sepertinya Mr. Hadi menyalakan sound bacaan Al-qur'an terlalu keras sehingga tidak mendengar. Akhirnya saya putuskan untuk menunggu diluar sambil membenahi catatan yang keliru. Taraa, disinilah keajaiban terjadi. |Pik|kaget setengah mati saat saya yang lagi asyik menulis melihat beliau berada tepat didepan saya dan memulai aksinya. Akhirnya saya takluk, whoaa.
    Dan woow, sepertinya virus tahun baru-edisi selalu lebay- juga menyebar pada orang seperti beliau. 'Terimakasih, Selamat tahun baru!'

    Namun disitulah pelajaran berharga pertama yang bisa saya petik :
    "Menghadapi setiap perkara yang terjadi dengan tegar, bukan menghindar. Saya benar-benar iseng kali ini, ingin membuktikan kalimat itu. Dan subhanallah, benar-benar terbukti!"

  3. Sudah seharian ini Tomi (kucing di keluarga ini-haha-) tidak pulang sama sekali. Dan, tiba-tiba sore harinya terdengar suara Tomi menjerit keras seolah ketakutan dan mengalami titik batas kekuatannya. -sekaligus ketakutan sih-
  4. Tomi kucing yang penakut, tiap kali ada kucing lain yang mengajaknya bertengkar selalu saja dia yang kalah. Hanya berani berteriak. Untuk selanjutnya mencari perlindungan. Dengan cara berlari sambil berteriak-teriak menuju rumah kami. Emm, bisa dibayangkan hal apa yang akan terjadi selanjutnya. Tentu saja kami bakal habis-habisan melawan kucing yang berani-beraninya menganiaya si Tomi.
    Di sini adalah titik saya benar-benar merasa terharu juga. Bagaimana tidak? Semua anggota keluarga (bahkan papa yang terkadang bersikap aneh sama Tomi) ikut membela, seperti menyelamatkan anak sendiri. Untuk beberapa saat kemudian, Tomi dimarahi. Kenapa dia sama sekali tidak berani melawan dan hanya berani berteriak? Bah, tentu sajalah Tomi hanya mengeong. Namun, sekali lagi mereka benar-benar seperti memarahi anaknya sendiri. Kalu sudah begini, rasa-rasanya saya ingin tertawa habis-habisan..wkakaka
    Terkadang Tomi juga sepertinya iseng memulai perkara dengan teman-teman sebayanya. Sok perkasa, padahal ujung-ujungnya lari juga kerumah mencari sekutu. -baka neko-
    Disisi lain, sering juga kucing tetangga memaksa Tomi menikahinya. Eh, saya lupa menjelaskan kalau Tomi ini kucing laki-laki. Ehehe.
    Kadang juga ada kucing sejenis yang merasa cemburu, dan masih banyak kasus lainnya. (ngga mungkin juga diceritain satu-satu =,=)
    Otomatis Tomi mendapatkan banyak luka di sekujur tubuhnya, bahkan sampai berdarah-darah (lebay). Untung saja Tomi berkulit belang. Jadi sedikit tersamarkan bekas lukanya, alhamdulillah ya?

    Tomi tidur gaya 'galau'
    Namun disitulah pelajaran berharga kedua yang bisa saya petik :
    "Tomi sering mendapatkan perlakuan buruk dari kucing lainnya, bahkan seolah dimusuhi (kecuali oleh adiknya -Tami, dan entah siapa lagi-). Perlakuan ini seolah datang bertubi-tubi, karena hampir setiap hari saya mendengar teriakan minta tolongnya. Namun kadangkala teriakan itu datang di waktu yang tidak tepat, misalnya saat saya setengah sadar-tidur-. Saat itu saya sempat berpikir, sepertinya Allah tidak adil pada Tomi! Ia ciptakan Tomi sebagai kucing yang lemah, namun disaat yang sama membiarkan Tomi sering mendapatkan luka.
    |Pik|Sejurus kemudian saya tersadar, Allah memang menitipkan kelemahan pada diri Tomi. Namun disaat yang sama ingin melatihnya supaya suatu saat nanti menjadi kucing yang tegar ~uoooohh~
    Yah, begitulah kurang lebihnya. Sebenarnya kesimpulan itu sederhana sekali, saking sederhananya sampai saya lama menyadarinya. |Ah, kalau ini bisa jadi memang saya yang berkapsitas rendah (_ _")|"

    Apapun yang terjadi padamu Tomi, kami sekeluarga tetap dan selalu menyayangimu ^-^v


    .nuna.

    nah, berikut galeri Tomi dalam tidurnya yang lelap (termasuk lelah usai digebukin teman-temannya =,=)

    bobo unyu di kursi ^^
    di Kasurnya Ryan (adik saya no 4)
    Tidur di pelataran depan pagar rumah

Komentar

Postingan Populer