Perempuan Paruh Baya dan Tomi
Selamat malam ^^
Hari ini, saya
mendapatkan 2 pelajaran berharga :
- Saat hendak menutup pagar untuk berangkat ke Kiswah (tempat kursus bahasa Inggris-maklumlah saya, tiiit-) sempat melihat sesosok perempuan paruh baya berpakaian sedikit lusuh. Nah, saya berpikiran bahwa ia bakal mengamen atau hanya sekedar minta-minta. Kemudian, timbullah keinginan untuk bereksperimen. Yahuuu…
- Sudah seharian ini Tomi (kucing di keluarga ini-haha-) tidak pulang sama sekali. Dan, tiba-tiba sore harinya terdengar suara Tomi menjerit keras seolah ketakutan dan mengalami titik batas kekuatannya. -sekaligus ketakutan sih-
Pertama. Sudah
terlihat gelagat beliau mengarah kerumah saat saya masih memegang gagang pagar
untuk menutupnya dari luar. Sejurus kemudian saya bergegas untuk meninggalkan
pagar, yang otomatis membuatnya batal singgah dirumah kami. Saat itu juga
beliau menatap saya sejenak -rasarasanya sih begitu-Wehehe.
Kedua. Saat itu
dalam benak saya berkata, maaf lain waktu yaa. Mungkin ini belum rejeki anda,
kalau sudah rejekinya juga ngga bakal kemana. Hehe. (Naif sih, tapi baca dulu
cerita selanjutnya)
Saya ucap salam,
yah sepertinya Mr. Hadi menyalakan sound bacaan Al-qur'an terlalu keras
sehingga tidak mendengar. Akhirnya saya putuskan untuk menunggu diluar sambil
membenahi catatan yang keliru. Taraa, disinilah keajaiban terjadi. |Pik|kaget
setengah mati saat saya yang lagi asyik menulis melihat beliau berada tepat
didepan saya dan memulai aksinya. Akhirnya saya takluk, whoaa.
Dan woow,
sepertinya virus tahun baru-edisi selalu lebay- juga menyebar pada orang
seperti beliau. 'Terimakasih, Selamat tahun baru!'
Namun disitulah
pelajaran berharga pertama yang bisa saya petik :
"Menghadapi
setiap perkara yang terjadi dengan tegar, bukan menghindar. Saya benar-benar
iseng kali ini, ingin membuktikan kalimat itu. Dan subhanallah, benar-benar
terbukti!"
Tomi kucing yang penakut, tiap kali ada kucing lain yang mengajaknya
bertengkar selalu saja dia yang kalah. Hanya berani berteriak. Untuk
selanjutnya mencari perlindungan. Dengan cara berlari sambil berteriak-teriak
menuju rumah kami. Emm, bisa dibayangkan hal apa yang akan terjadi
selanjutnya. Tentu saja kami bakal habis-habisan melawan kucing yang berani-beraninya
menganiaya si Tomi.
Di sini adalah
titik saya benar-benar merasa terharu juga. Bagaimana tidak? Semua anggota
keluarga (bahkan papa yang terkadang bersikap aneh sama Tomi) ikut membela,
seperti menyelamatkan anak sendiri. Untuk beberapa saat kemudian, Tomi
dimarahi. Kenapa dia sama sekali tidak berani melawan dan hanya berani
berteriak? Bah, tentu sajalah Tomi hanya mengeong. Namun, sekali lagi mereka
benar-benar seperti memarahi anaknya sendiri. Kalu sudah begini, rasa-rasanya
saya ingin tertawa habis-habisan..wkakaka
Terkadang Tomi juga
sepertinya iseng memulai perkara dengan teman-teman sebayanya. Sok perkasa,
padahal ujung-ujungnya lari juga kerumah mencari sekutu. -baka neko-
Disisi lain, sering
juga kucing tetangga memaksa Tomi menikahinya. Eh, saya lupa menjelaskan kalau
Tomi ini kucing laki-laki. Ehehe.
Kadang juga ada
kucing sejenis yang merasa cemburu, dan masih banyak kasus lainnya. (ngga
mungkin juga diceritain satu-satu =,=)
Otomatis Tomi
mendapatkan banyak luka di sekujur tubuhnya, bahkan sampai berdarah-darah
(lebay). Untung saja Tomi berkulit belang. Jadi sedikit tersamarkan bekas
lukanya, alhamdulillah ya?
![]() |
| Tomi tidur gaya 'galau' |
Namun disitulah
pelajaran berharga kedua yang bisa saya petik :
"Tomi sering
mendapatkan perlakuan buruk dari kucing lainnya, bahkan seolah dimusuhi
(kecuali oleh adiknya -Tami, dan entah siapa lagi-). Perlakuan ini seolah
datang bertubi-tubi, karena hampir setiap hari saya mendengar teriakan minta
tolongnya. Namun kadangkala teriakan itu datang di waktu yang tidak tepat,
misalnya saat saya setengah sadar-tidur-. Saat itu saya sempat berpikir,
sepertinya Allah tidak adil pada Tomi! Ia ciptakan Tomi sebagai kucing yang
lemah, namun disaat yang sama membiarkan Tomi sering mendapatkan luka.
|Pik|Sejurus
kemudian saya tersadar, Allah memang menitipkan kelemahan pada diri Tomi.
Namun disaat yang sama ingin melatihnya supaya suatu saat nanti menjadi kucing
yang tegar ~uoooohh~
Yah, begitulah
kurang lebihnya. Sebenarnya kesimpulan itu sederhana sekali, saking
sederhananya sampai saya lama menyadarinya. |Ah, kalau ini bisa jadi memang
saya yang berkapsitas rendah (_ _")|"
Apapun yang terjadi
padamu Tomi, kami sekeluarga tetap dan selalu menyayangimu ^-^v
.nuna.
nah, berikut galeri Tomi dalam tidurnya yang lelap (termasuk lelah usai digebukin teman-temannya =,=)
![]() |
| bobo unyu di kursi ^^ |
![]() |
| di Kasurnya Ryan (adik saya no 4) |
![]() |
| Tidur di pelataran depan pagar rumah |





Komentar
Posting Komentar