Dunia, Kenikmatan Fatamorgana!

Ibaratkan filosofi orang yang berpuasa. Saat ia tengah menjalani ibadahnya, tentu akan menemui banyak rintangan dan godaan tanpa henti sebelum adzan maghrib berkumandang.

Senin, masih libur kuliah. Pikir-pikir daripada mengeluarkan uang terus menerus buat membeli jajan apalagi liburan seperti ini, lebih baik berpuasa ya. Hemat buk! ^0^v

Masih pagi, godaan belum terlampau kejam. Siang menjelang, godaan meradang. Jam 10 tepat deru sepeda motor astrea yang akrab terdengar, menuju rumah ini. Alhamdulillah, kakek sudah datang. 3 jam yang lalu beliau mengabarkan kedatangannya kemari mengantar kue-kue yang didapat saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW kemarin malam. Ah, pikirku tidak akan tertarik dengan kue itu. Kan, puasa?

Dasar iman belum kekeuh dan entah kenapa hari itu terasa berbeda apalagi masih waktu liburan (ah, lebih tepatnya disebut mekanisme pembelaan ego saja ya). Haa, melihat kue-kue itu berjajar rapi didalam kardus yang terbuka lebar, ditambah lagi adik-adik yang kebetulan hari itu sedang liburan memakannya seperti orang kalap. Akhirnya pertahanan ini mulai melemah.

Didukung oleh mama yang memerintahkan untuk ambil bagian. Huaah \(´▿`)/ mumpung gratis, 1, 2, 3, 4 ah cukup (˘̩̩̩⌣˘̩̩̩ ). Dengan muka kesetanan.

Menarik sekali mereka untuk buka puasa nanti, tapi kok ada perasaan gimana gitu ya?

Saat adzan maghrib tiba, Alhamdulillah teh buatan mama memang pas. Love you. Makan sederhana, tapi berasa ngga bisa berhenti. Acara makan memakan usai, sholat maghrib juga kelar. Teringat kue-kue tadiƪ(‾'ε'‾“)ʃ ĽéêëH ƪ("▔□▔)???? Waduh mau ambil tapi kok sudah tidak bernafsu lagi? Ambil deh. Dan, oh!!! Mereka sudah dicumbu terlebih dahulu oleh para semut! Tidak!! Semakin tidak bernafsulah diri ini. Akan tetapi, mengingat kakek yang jauh-jauh datang kemari membawakan itu, jadi tidak tega. Akhirnya dengan segenap kekuatan dan nafsu makan yang tersisa, 1 bungkus terlewatkan. 1 bungkus didonasikan untuk si kecil nyebelin. Ah, tinggal 2 bungkus lagi . Setelah laporan kepada mama, 2 bungkus itu diawetkan terlebih dahulu didalam lemari es.( ˘˘̯)



Seperti bayangan oase ditengah gurun pasir
Yah begitulah, kira-kira filosofinya. Ada satu waktu semua hal terlihat begitu menarik hingga terkadang melupakan tujuan awal dari sebuah misi yang sedang diemban. Saat berpuasa, seharusnya itu menjadi peristiwa sakral untuk menambah perisai diri dan membentengi diri dalam perjalanan menuju akhirat nanti. Akan tetapi, ujian untuk memporak-porandakan tujuan awal tersebut tidaklah semudah yang dibayangkan. Begitu dahsyatnya sehingga mengakibatkan kealpaan yang membahayakan.
Peristiwa yang aneh. Tapi, begitulah yang ingin saya sampaikan malam ini. Semoga bermanfaat, dan semoga Anda yang membacanya dapat memahami bahasa alien khas Nurina ini. (´⌣`ʃƪ)
Haik, Konichiwa.
Domo arigatou ghozaimasu °\(^▿^)/°

Komentar

Postingan Populer